Adat Mayar Sahut, Semangat Tidak Putus Atas

18.58
                          Daging ayam

TJ-Detik detik pengumuman pemenang Pemilu tahun 2019 setiap TPS telah di Umumkan, dari beberapa perhitungan sementara ternyata Calon Dewan yang didukung oleh salah satu Kelompok Masyarakat Hukum Adat tidak termasuk pemenang.

Terus beberapa timses menangis,    terutama para ibu-ibu. Karena calon anggota Dewan yang didukung sudah sangat berjasa medukung pembangunan desa, m membantu masyarakat yang tidak mampu, Kesehatan dan pendidikan.
Ketua Adat


Disela-sela tidak kepastian apakah dia akan masuk jadi Dewan atau Tidak salah satu tokoh adat Setempat bapak Damianus Nadu mengumpulkan semua timses dan ibu-ibu..untuk bersumpah dan berjaji jika mereka merena akan mengadakan syukuran dan acara adat Mayar Sahut.

Adat berdoa dan janji kepada Jubata jika yang didukung menang mereka akan mengadakan syukuran dan berdoa pada Jubata.
Kue cucur


Disela-sela ketidak pastian Tokoh Adat Damianus Nadu terus berdo'a dan membaca mantra untuk memberi semangat timnya. Di umumkan tingkat Dapil ternyata dukungan masyarakat hukum adat setempat posisi di urutan terakhir atau urutan sembilan.
Padahal dari asumsi awal dia harus mendapat suara terbanyak.

Tapi ta apelah, yang penting jadi dewan Kate pak Nadu, tak disangka di umumkan tingkat Kabupaten Partai mereka menjadi juara di Tingkat Kabupaten. Maka Orang yang didukung salah satu kominitas masyarakat hukum adat menjadi Ketua Dewan.

........

Nah, sesuai janji pada Jubata,mereka harus memenuhinya janjinya akan mengadakan acara Mayar Sahut (Bayar Niat). Kebetulan saya diundang untuk mengikuti acara Mayar Sahut.

Masyarakat khususnya timses berbondong-bondong membawa ayam , babi dan beanekaragam makanan untuk dibagikan kepada seluruh masyarakat dan Jubata. Makan dan daging terenak dipersembahkan untuk Jubata.

Setelah hewan-hewan terkumpul, dan disembelih tokoh adat mengumumkan. Siapa terbesar menerima daging dan makanan ini. Pertama-tama, Jubata, kedua orang yang paling berjasa terhadap perjuangan, dan seterusnya sesuai dengan nilai perjuangan,  sampai  pemberian pada kaum yang tidak mampu di Kampung.

Dan Jasa-jasa perjuangan diumumkan secara transparan dikhalayak ramai jadi tidak ada yang cemburuan.

"Inilah adat "Mayar Sahut" kalau kata Jubata Jadi, Maka Jadi, " kata tokoh Adat Damianus Nadu Dusun Malayang,Desa Sahan Kabupaten Bengkayang.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »