Kronik Politik Indonesia Dalam Sebuah Pantun

00.16

  Partai Politik Indonesia Doc KPU

Buah sawit, buah Ara
Tak Ada Duit, Ta Ada Suara

Pantun ini saya dapat dari seorang tua yang berasal dari Kampung disebuah warung Kopi. Dia bercerita bahwa dari sejak pemilu sampai Pilkades tidak ada yang jujur dalam pemilihannya.

Dia mengeluh, calon yang terpilih umunya tidak kridibel karena bukan kemampuan SDM yang dilihat, tapi kemampuan finansial sehingga warga negara yang berkualitas tidak dapat tempat.

Dia kecewa, Daro pemilihan Kades sampai presiden no money no vote, sehingga diragukan kemampuan dalam memimpin bangsa dan negara.

Pendapat kake tua tidak bisa dilepaskan dengan sistem yang sedang berlangsung, karena terdapat Kerusakan-kerusakan moral baik dari penyelenggara maupun dari rakyatnya sudah bersifat sangat pragmatis.

"Kesulitan negeri ini dikelola oleh orang-orang yang kurang kridibel...," katan Azau  kecewa.

Pengakuan beberapa orang juga, bahwa setiap ada proses Demokrasi pasti selalu ada yang kasi uang,"kita terima dunk, orang ngasi apapula tidak diterima," kata Adi.

Peristiwanya penangkapan anggota KPU Pusat, mengindikasikan bahwa politik Uang bukan hanya terjadi di tingkat terendah, tetapi sudah terjadi pada tingkat pusat.

Rentetan peristiwa ini tidak berdiri sendiri, tetapi ada kaitan satu sama lainya. Jika Pimpinan dinegeri ini lebih baik dan berkualitas harus dilakukan penindakan yang tegas agar nilai-nilai roses Demokrasi tidak dirusak lebih parah.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »