Wujudkan Persatuan Dengan Keadilan

22.46

Riak-riak keributan sedang mengganggu persatuan Bangsa Indonesia sedang mengalami ujian besar pasca pemilu 2019. Bangsa ini seolah pecah menjadi beberapa kubu.

Kejadian ini tidak lepas dari ketidak adilan dalam distribusi pengelolaan sumber daya alam. Tertutama wilayah-wilayah yang kaya akan sumberdaya alam.

Beberapa hari ini kita disentakan oleh aksi-aksi di Papua. Akibat peristiwa Surabaya dan Malam, dimana mahasiswa asal Papua di amankan.  Pengamanan yang dilakukan berbau rasial dan pelanggar HAM.



Saya rasa gejolak ini bukan sekedar problem sosial anak-anak muda Papua mengkritisi yang terjadi di daerah. Ini gambaran mikro yang sedang terjadi di beberapa daerah.

Kejadian-kejadian tersebut mewakili beberapa daerah yang kaya akan SDA.
Parsatuan Terwujud Ketika Ada Keadilan

Saya sempat keliling dibeberapa wilayah di Indonesia. Negeri  selalu saye bilang Kaya Raya darat, gunung, laut, hutan, udara dan seisinya penuh harta karun. Sebagai contoh ada sebuah wilayah di daerah itu ada empat perusahan minyak mengekplotasi minyak dan gas dibumi mereka.

Tapi kampung itu sepi, anak-anak mudanya meninggalkan kampung pergi kenegara tentangga hanya untuk menjadi kuli bangunan, kuli kebun, jaga tokoh. Sementara kekayaan alam dalam tanah termasuk tanahnya sendiri sedang di Sedot baik oleh perusahaan Nasioal maupun multi Nasional.

Begitu juga tidak jauh dari kampung saye ade perusahaan raksasa tambang nasional dan beberapa perusahaan swasta sedang asik mengekplotasi sumber daya alam ,  bekerja sama dengan perusaha negeri  matahari terbit orang-orang kampung hanya bekerja sebagai penyiram air saja ke tanah-tanah yang diekplotasi konon mengandung berbagai bahan tambang, seperti bouksit, kaca, emas, dan uranium.


Warga dan saye hanye bise nonton ja sambil mancing ikan di sungai kapuas, lalu lalang kapal-kapal tongkang mebawa sumber daya alam yang terus diekplotasi.

Abes di eksplotasi mereka meninggalkan  alamnya  yang dulu seperti surga pohon-pohon hijau na ribuan kokoh, air sungai yang bersi kini seperti wilayah padang pasir. Sangat sulit mendegar bahkan melihat burung.

Biasa setiap pagi suara kelampiau saling bersahut-sahutan kini hilang bak di telan bumi.

"Hanya orang dungu yang tidak marah melihat realita seperti itu," cumen ape di kate segala daye upaye sudah dilakukan. Keadilan sulit di Wujudkan... karena keberpihakan..

Saya yakin, ditempat lain nasib rakyat yang kaya akan sumber daya alam nasebnye same tidak berbeda....

Begitu juga ketika saya jalan-jalan ke laut Aru, Samudra Hindia, Laut China Selatan Jutaan Ton ikan  diekplotasi setiap tahunya. Ya nasib nelayan terjebak pada ekonomi rentenir tidak berdaya bangkit yang semuanya sesunggungya bertentangan Falsapah Negara yaitut Pancasila

Kalau saja  basis ekonominya serius mengamalkankan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945

Sila ke 2; Kamanusiaan nan adil  dan baradab
Sila ke-5:Kaadilan sosial bagi saluruah rakyat Indonesia.

Maka terwujudlah :Parsatuan Indonesia (Sila ke-tiga)


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »