Parit Sebagai Urat Nadi Kota Pontianak

00.44
TJ- Kota Pontianak dikenal dengan Kota Seribu paret (kanal), hampir setiap seratus meter Kota Pontianak dibatasi oleh  paret(Kanal). Paret-paret ini selain berfunsi sebagai batas sebuah wilayah paret di Kota Pontianak zaman dulu berfungsi untu sebagai jalur transportasi antar kampu, menghilang virus penyakit, dan melakukan kering basa lahan rawa gambut.

Paret Kota Pontianak

TJ-Di Kota Pontianak ada sekitar 6635 paret, baik paret skunder, primer, maupun tersiar. Sebagai Kota yang yang dibelah dua sungai Besar yaitu Sungai Landak, dan Sungai Kapuas. Mebuat Kota Pontianak relatif terhindar dari ancaraman banjir besar,"Sungai kapuas dan landak bisa ramah pada Kotanya karena paret-paret yang tersedia,".

Belanda dan Kesultan Pontianak sudah mendesain Kota Pontianak sebagai Kota Air dengan ketianggian 0 dpl.sampai 1 dpl. Dibelah tiga Sungai Besar yaitu Sungai Kapuas, Sungai Landak dan Sungai Punggur. Ditambah lagi wilayah Kota Pontianak mayoritas wilayah merupakan wilayah rawa gambut yang selalu digenangi air.

Maka, dalam mebangun Kota harus hati-hati dan berpasisi tinggi. Agar Kota Pontianak kedepanya tidak menimbulkan Bencana. Maka, dalam awal membangun Kota di bangunlah parit-parit. Tujuan parit-parit ini dibangun agar wilayah-wilayah senantiasa distribusi air bisa dimanagemen. Selain itu parit-parit ini berfungsi sebagai trasportasi utama, karena parit-parit terhubung antara sungai-sungai besar dan kampung-kampung disekitar Kota Pontianak. Sehingga memudahkan membawa kebutuhan Poko Warga Kota Pontianak.
                                          ParIt Kota Pontianak sekitar wilaya bergambut

Sehingga Dengan banyak parit Kota Pontianak relatif terhindar dari bahaya banjir, atau sungai kapuas meluap. Namun. akhir-akhir ini keberadaan parit-parit Kota Pontianak keberadaanya kurang diperhatikan. Beberapa parit sudah mengalami sendimentasi, pengecilan bahkan penutupan akibat pembangunan.

                                           Parit Sungai Jawi

Dampaknya adalah beberapa tahun ini Kota Pontianak mulai merasakan beberapa bencana walau masih sekala kecil, seperti banjir (tegenang), kebakaran lahan gambut, penyebaran penyakit malaria. Ini tidak terlepas dari permasalah parit-parit di Kota Pontianak mulai tidak berfungsi sebagaimana mestinya sebagai urat nadi Kota.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »