Mengkapling Sungai (Belangak Bocoor)

20.41



Sungai Kapuas Tayan


Ngopi di warkop tepian Sungai Kapuas Pulau Tayan, Name Warkopnya warkop Azan. Saye waktu itu dating kewarkop sengaja lebih awal. Karena saye mendapat informasi para Nelaya Sungai Kapuas banyak medapat ikan.

Sampai diwaroeng kopi saye langsung pesen kopi Itam Tampa Gule. “Moi kopi itam tampa gule..”

Si Amoi adalah pembuat kopi di warung Kopi Azan. Amoi langsung mebuat kopi hitam tampa gule dengan cekatan dia merebus serbuk kopi dengan teko khusu terbuat dari kuningan.
Saye ngobrol-ngobrol dengan para Nelayan yang sudah mendapat ikan cukup banyak malamitu.  Dan ikan-ikanya sudah dijual toke local.

“Malam ini pendekarnya Iwan, ikan dapat ikan sekitar 40 kg,”kata Fadli. Padahal dia baru memasang pukat disekitar sungai tidak Jauh dari jempatan Kapuas Tayan.

“Mantep bang Iwan , ye malam nih dan 40 Kg,” kate saye. Kalau diuangkan sekitar 2 juta rupiah iwan pendapatan mala ini.

Luar biase mala ini ikan mudik dari Hilir ke Hulu…rata-rata nelayan pulau  mendapatkam ikan sungai seperti ikan Benga, Baung Gugup, Lais dan macam-macam ikan sungai.

Karena lebar sungai hanya sekitar 600 meter, para nelayan terbatas untuk memasang pukatnya. Sambil minum kopi suasana warung kopi azan makin rame cerita tengtang pendapatan ikan para nelayan.

“Lebih baik kita kapling saja Sungai Kapuas. Daripada masyarakat ribu,”kata Ali…

Kita datang ke Desa saja minta kades meberi SKT sungai agar nanti para nelayan tidak kelahi gara-gara rebut merebutkan wilayah tangkapan Ikan.

Kata Mantan Kades Sanu, mane ade kapling Sungai, ta ade aturanya, terserah kita ja malam nanti siapa yang mau masang pukat yang cepat. “Dia cepat dialah dapat…”
…………………..

Betul saja pada sore itu puluhan Nelayan mulai memasang pukatnya. Ratusan meter pukatnya mulai dipasang, tidak saling berjauhan, malam itu ada pukat-pukat nelayan saling bertabrakan. Bahkan ada yang putus bahkan ada hilang sekita tiga ratus meteran.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »