Menembus Surga Mangrove di Pantai Borneo

21.21

Hutan Mangrove Sungai Nibung, Man

TJ- Menggunakan speed boad  40 PK saya mulai menyusuri Hutan Mangrove di Kabupaten Kubu Raya, pada saat itu saya menuju kawasan hutan mangrove di Desa Sungai Nibung Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu yang memiliki kawasan hutan mangrove yang paling luas di Indonesia. Untuk menuju kekawasan hutan mangrove Sungai Nibung. Saya menggunakan Speed dari pelabuhan Rasau Jaya.

Menuju ke Surga Mangrove di Tanah Borneo, kita harus melalui sungai-sungai kawasan rawa gambut. Air-air sungai bewarna hitam. Biasa disebut masyarakat air sungai tersebut dikenal dengan air akar.

Melewati Sungai Rawa Gambut, saya memasuki kawasan hutan Nipah, sepenjang perjalan kiri kana nada hutan Nipa. “Disini banyak buaya, kita harus hati-hati,” kata pak Ibrahim, Kades Sungai Nibung yang menemani saya menuju Desa.

Burung bangau, Man
Setelah melalui Hutan Nipah, saya sudah mulai masuk kekawasan Hutan Mangrove di kawasa Desa Dabung, pohon-pohon bakau seperti bakau kurap, bakau minyak, bakau kurap bertebaran dikiri kanan, menutupi kawasan sungai yang kami lewati. 

Perbedaan udaranya sangat terasa ketika kami memasuki kawasan hutan mangrove.

Kemuara Dabung saya melihat pondok-pondok kecil di lautan, menurut Kades Nibung itu adalah tempat nelayan menangkap ikan teri menggunakan jermal. Ada sekitar 10 kajang milik masyarakat.

Sampai di  Desa Nibung, saya melihat kapal berbagai ukuran sedang bersandar di seteher- dan kampong warga. Bangunan khas nelayan, menunjukan bahwa kampung ini berada diwilayah pesisir. Saya menginap satu hari dikampung.

                              Kampung Nelayan, Man
………………………………………………………………………..
Setelah menginap semalam di Kampung Nibung, pagi hari saya sudah berinteraksi dengan para Nelayan, ngobrol-ngobrol sekitar tentang pernelayanan dan hasil tangkapan.

“Lumayan bang, setelah hutan kita jaga, sekarang hasil tangkapan meningat,”  kata Syarif.

Seperti kepiting, udang, dan macam-macam ikan di kawasan hutan mangrov.
Setelah itu kami masuk ke kawasan hutan mangrove Sungai Nibung, suara burung membelah kesunyian hutan. Seperti itu suara burung Murai kawasan hutan mangrove.

Melihat juga burung bangau sedang berterbangan disekitar kawasan hutan mangrove.

Elang pantai sedang terbang, siap menangkap ikan dan hewan lainya disekitar kawasan hutan mangrove.

Sampai di dalam hutan saya mulai melihat-lihat berbagai jenis pohon mangrove didalam hutan, dari mulai melihat akar, batang, daun, buah dan bunga sebagai awal mengenal jenis tumbuhan dihutan mangrove nibung.

Ada beberapa jenis tumbuhan yang saya kenal, seperti bakau kurap, bakau minyak, candelia, api-api, bidara,api-api,  berembang dan berbagai jenis tumbuan lainya.

Disela-sela saya melakukan inventarisasi jenis tumbuhan dikawasan hutan mangrove Nibung saya melihat segerombolan monyet sedang melari-lari dibawah hitan mangrove yang sedang surut. Mungkin mereka sedang mencari ikan dan udang.

Bau wangi hutan mangrove Nibung, membuat sensasi dalam hutan mangrove Sungai Nibung sangat luar biasa. Kebetulan pada waktu itu sedang musim berbunga jenis-jenis pohon bakau. Sehingga membuat aroma dalah hutan sangat wangi.

“Alhamdulillah, setelah ada peraturan Desa tentanng perlindungan hutan Mangrove, masyarakat tidak sembarangan lagi menebang kawasan hutan mangrove disini,”.

“Ikan-ikan juga mulai bertambah, termasuk kepiting dan udang,’ kata We Ibrahim.

Selain memiliki kawasan hutan Mangrove yang sangat luas Desa Sungai Nibung juga memiliki pantai yang Indah. Pantainya banyak ditumbuhi berbagai jenis tanaman cemara laut.

   
Pantai Tengkuyung, Man

Pada musim tertentu Patai Tengkuyun di kunjungi oleh penyu Hijau. Untuk bertelur dan menetasi telur-telurnya di Pantai Tengkuyung. 

Penyu Hijau merupakan salah satu hewan yang dilindungi karena keberadaanya sudah dilindungi.

“Kami sangat melarang memane telur-telur penyu yang akan menetas,  termasuk telur-telur barupun kami larang,” ujar We Ibrahim.

Jika ingin menginap dikawasan ini, Desa sudah menyiapkan Homestay ala kadarnya. 

Sambil menikmati deru Gelombang Laut China Selatan, Sunset dan bisa masuk dalam kawasan hutan mangrove. Kebetulan sudah ada gertak yang disiapkan desa untuk masuk dalam kawasan hutan mangrove.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »