Dua Belas Hari Menunggu Kapal Datang Menyebrangi Laut China Selatan

03.50
Dikapal Sabuk Nusantar

TJ-Saya  pergi ke kepualau Tempelan untuk melaksanakan sebuah program Desa. Untuk menuju ke Kepualauan Tembelan saya menumpang kapal milik Nelayan. Selama delapan jam baru sampai. Tujuan saya waktu itu hanya dua hari. Karena Kapal Laut tidak ada yang mau menyebrang ke Kalimantan Ke Kota Singkawang atau Kota Pontianak.

Hari-hari sayapun di isi jalan disekitar Kampung dan menikmati  ke Indahan Kepulauan Tembelan. Menurut informasi minggu depan kapal Sabuk Nusantara baru ada yang menuju Pontianak. Sementara yang menuju Kota Singkawang belum ada kapal Nelayan yang berani menyebrangi laut China Selatan.

Peralatan kapal Sabuk Nusantar


Untuk menanya kepastian Kapal Sabuk Nusantara Datang, saya datang kepelabuhan Tambelan menanyakan pada Syahbandar.

"Pak benar sore ini ada kapal menuju Pontianak..?"

"Iya ada dek, ade pesankah.'

"Iya pak, saya sudah hampir dua minggu terdampar di Pulau, nunggu kapal lama kali yang datang,"

"Baik de saya booking, untuk ade," kata Syahbandar. Dia meminta saya nanti malam sekitar jam 19.00 wib segera kepelapuhan, karena kapal akan segera datang  ke pelabuhan dan akan langsung berangkat lagi ke Pontianak.

Setelah itu saya langsung pulang ke Bascamp mengabarkan keteman-teman bahwa Kapal menuju ke Pontianak sudah ada jam 19.00 wib kita menuju ke Kota Pontianak.

Dua orang teman saya girang dengan informasi tersebut, mereka langsung Packing perlengkapan mereka.

............................................

Tepat pukul 19.00 wib. Kami sudah di Pelabuhan Tambela, kapal Sabuk Nusantarapun sudah menunggu kami. Kami langsung naik dalam Kapal, malum kapal penumpang dan barang. Sayapun mencari posisi yang enak.

Perkampungan Tambelan

Tidak beberapa lama jangkar kapal mulai ditarik, bunyi mesing kapal mulai mengeras dan memekakan telingga. Kami mendapat tempat tidur salah satu kamar ABK, Tidak terasa kamipun tertidur kapal terus berjalan mengarungi laut China Selatan.

Pada siang hari saya menikmati ke Indahan laut., sesekali melihat burung dan elang laut menyambar ikan dalam laut. Ada juga beberapa kapal nelayan sedang menangkap Ikan, dilaut China Selatan. Gelombang laut China Selatan yang tidak terlalu besar, saya bisa menikmati keindahan laut tampa dibayang-bayangi mabuk laut.

Matahari sore mulai di upuk barat, kapal muali masuk Sungai Kapuas, bertanda kapal Sabuk Nusantara sudah masuk ke perarian Pontianak. Tidak lama kapalpun menyandar dipelabuhan Dwikora Pontinak.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »