Air Payau Bencana Berulang Di Kota Pontianak

00.15


Surat edaran PDAM Kota Pontianak

Bencana musim Kemarau yang melanda Kota Pontianak Selai Kabut Asap adalah Air Sungai Kapuas Mulai Payau. Ada surat edaran dari PDAM Kota Pontianak bahwa. Sumber air PDAM Kota Pontianak kualitasnya menurun. Kadar Garam PDAM Kota Pontianak meningkat diatas ambang batas.

Dari surat edaran PDAM tanggal 10 Agustus 2019 di beberapa IPA (Instalasi Pengelolaan Air) PDAM kota Pontianak IPA Imam Bonjol 1006.00 mg/liter, IPA Sungai Jawi 2400.00 mg/litter, IPA Selat Panjang 505.00 mg/litter, dan IPA Parit Mayor 459.00 mg liter.
Bahwa dalam surat edaran tersebut pihak PDAM Kota Pontianak menginformasikan bahwa air yang di distribukan oleh PDAM Kota Pontianak tidak bisa digunakan untuk makan dan minum, air hanya bisa digunakan untuk mandi dan mencuci mengingat kadar Chloridanya berada diambang batas.


Bencana ini jelas menganggu aktivitas masyarakat. Karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang ada setiap saat. Baik untuk kebutuhan dunia maupun kebutuhan menuju akherat( untuk wudhu).

Becana seharus sudah bisa diantisipasi, karena kejadianya selalu berulang-ulang hampir setiap tahun. Pemerintah semestinya melakukan persiapan khusus menghadapi air ledeng payau, termasuk masyarakat kota juga harus mennyiapkan cadangan airnya dirumah-rumah.

Sebenarya  sudah tahu, muara sugai Kapuas sangat berdekatan dengan laut dengan menggunakan metode pengetahuan yang sekarang sedang perkembang.. Intrusi air laut kesungai Kapuas bisa diperhitunkan dengan baik.

Sebenarnya dengan menggunakan teknologi pengolahan air asin menjadia air tawar sudah ada, namun permasalahanya biayanya dianggap terlalu tinggi. Selain itu adalah daya dukung alam, salah satu kawasan hutan mangrove. Karena fungsi salah satu hutan mangrove adalah menjaga intrusi air laut.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »