Terbang Kealam Ruh Bersama Tengkawang

11.32

Pohon tengkawang di kawasan hutan adat. Photo Man

TJ-Pohon Tengkawang, adalah pohon leluhur masyarakat Dayak Pulau Kalimantan. Dalam sejarah masyarakat Dayak pohon ini tidak dapat dispisahkan dari peradaban masyarakat Dayak.

Hampir di kawasan huta adat atau tembawang pohon tengkawang menjadi salah satu pohon yang hidup di kawasan hutanya. Pohon ini bermamfaat dari mulai daun, batang, buah, akar dan getah.

Sehingga agama tua masyarakat Dayak, salah satu Dayak Kaya memasukan dalam salah satu mantra do’a.

Saya sengaja datang ke tokoh Dayak Kayan di Mendalam, Kabupaten Kapuas Hulu, Alel Seno AS.  Menurut Seno AS, Agama tua Dayak Kayan di Kabupaten Kapuas Hulu  melihat pohon tengkawag tidak hanya  secara ekonomi, konservasi dan sosial. Tetapi tengkawang sangan bermamfaat bagi kalangan Dayung (Gelar Imam Besar Agama Kayan).
Dalam kegiatan berdo’a Dayung(Iman Agama Tua Dayak Kayan) dibantu oleh imam biasa, imam pembantu. Tengkawang selalu menjadi salah satu mantra terdapat dalam do’a yang berbunyi.

Buah tengkawang tungkul, Photo:Ma

Nerpang Nah Adaang Avaang Te Neladaan artinya Meluncur terbang tengkawang dengan cepat.

Menurut Alel Seno. AS salah satu tokoh masyarakat Kayan, doa ini mengartikan hubungan antara alam bawa (tanah)  dan alam atas (ruh)  medianya oleh tengkawang menuju pencipta.

“Tidak sembarang orang boleh membaca do’a ini, hanya Dayung bisa melapalkanya. Karena sangkranya do’a ini bagi agama tua Dayak Kayan,” kata Alel yang usianya sudah 75 tahun.

Buah tengkawang layar, photo: Man

Ini menunjukan betapa pentingnya pohon tengkawang bagi kehidupan masyarakat dayak Kayan, selain bermafaat untuk berkomunikasi kepada pencipta. “Tengkawang juga punya  posisi strategi bagi kehidupan manusia,” kata Alel.

Itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan didalam kehidupan masyarakat Kayan. Terutama dalam agama tua Dayak Kayan. (Man)



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »