Sensasi Minum Kopi di Puncak Gunung Salak

01.56


Minum kopi di puncak gunung salak

TJ-Suhun gunung cukup dingin sekitar 15 derajat celsius membuat sebagian orang-orang kedinginan. Namun, melihat keindahan alam di sekitar gunung salak rasa dingin akan hilang begitu saja.

Mungkin, selama ini yang paling kita kenal gunung salak terdapat di daerah Jawa Barat. Tapi sebenarnya nama gunung salak ada juga di Aceh, di Kabupaten Aceh Utara.
Dari kota Loksemawe ke puncak Gunung Salak bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat sekitar 2 jam sudah sampai.

Salah satu warung kopi di Gunung Salak

Dengan ketinggian sekitar 1300 dpl. Di puncak gunung salak kita bisa melihat berbagai keindahan fanorama alam. Pada saat itu saya melihat sepasang burung enggang sedang terbang melintas di atas perberhentian saya.

Jangan kwartir di pertengahan jalan di gunung salah terdapat cafe-cafe yang menyediakan minuman dan makanan.  Untuk minuman tersedia minuman kopi Gayo. Kebetulan wilayah gunung salak berbatasan langsung dengan wilayah Gayo terutama daerah Budemaria salah satu penghasil kopi Aceh.



Daerah gunung salak merupakan daerah lintasan menuju ke daerah Bude Mariah dan Takengon selain wilayah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Juga dikenal kawasan dataran tinggi di Provinsi Aceh.
Saya menikmati segelas menikmati kopi Arabika Gayo tampa gula bukan sekedar untuk mebghangatkan badan saja tapi juga untuk merasakan sensasi menikmati segelas kopi di puncak gunung salak.

Selain kita bisa menikmati panorama ke indahan alam sekeliling gunung salak. Kita bisa melihat kota Lhokseumawe. Menjelang malam kelap kelip lampu kota membuat suasana pemandangan begitu indah.

Dengan menikmati segelas Kopi Arabica Saring Tampa gula, rasa dingin dan kantuk di puncak Gunung Salak menjadi hilang. Saya lebih bisa fokus menikmati keindahan alam gunung salak terutama rasa pahitnya kopi arabica gayo.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »