Restorasi Kawasan Hutan,Janji dan Harapan

17.47
Kerusakan kawasan hutan. Photo:Man

Kawasan Hutan merupakan sebuah kawasan yang sangat penting kehidupan Manusia. Maka Eksitensi perlindungan kawasan hutan sangat penting,bahkan konsep perlindunganya sudah dilakukan sejak peradapan manusia ada, dengan fakta ada hutan adat,dimana kawasan hutan yang secara turun temurun diwariskan supaya tetap dilindungi.

Seiring dengan pertumbuhan manusia,kebutuhan kawasan hutan untuk kepentingan ekonomi dan permukiman, kawasan hutanpun makin terganggu, konversi dipaksakan terhadap kawasan hutan secara besar-besaran dilakukan hanya untuk mengejar keuntungan ekonomi belaka,tampa memikirkan dampak lingkungan.

Namun,setelah melihat kerusakan kawasan hutan, makin parah,masyarkat disadarkan dengan realita dari yang sudah dirasakan oleh masyarakat lokal,nasional maupun internasional,seperti banjir,kekeringan,suhu bumi meningkat,kerisis pangan dan munculnya berbagai jenis penyakit baru.

Dari realita tersebut banyak usaha yang dilakukan oleh masyarakat internasional,nasional dan lokal dalam menyelamatkan kawasan hutan,seperti  restorasi kawasan dengan berbagai skema REDD,Restorasi kawasan dengan pengukuhan hak kelola masyarakat diantaranya dengan konsep hutan desa,hutan kemasyarakat,dan hutan kerakyatan.
Berbagai konsep dan usullan dalam merestorasi kawasan hutan atau memperbaikan kawasan hutan telah dilakukan baik dan bentuk regulasi maupu rencana strategi oleh Pemerintah,NGO, maupun masyarakat,seperti dalam bentuk Inpres,PP,Kepmen,Strartegi Nasional REDD,Srap REDD tingkat Provinsi,usulan Hutan Desa,Hutan Kemasyarakat,Hutan Kerakyatan.

Namun,konteks Kalimantan Barat semuannya masih dalam tataran konsep dan janji-janji,karena realisi dilapangan belum ada kejelasan pelaksanaan berbagai jenis konsep tersebut. Pemasalahan yang jadi pertannyan penyebabnya, adalah konsep restorasi yang dilakukan hanya mengikuti konsep restorasi global yang belum tentu bisa diterapkan di Kalimantan Barat,atau karena tidak dukung oleh anggaran yang cukup baik dari pusat,daerah,termasuk orientasi konsep restorasi kawasan hutan yang dilakukan masyarakat sipil yang diwakili NGO.

Konsep Restorasi yang dijanjikan kepada masyarakat, bahwa  siapa yang menyelamatkan kawasan hutan,mengukuhkan kawasan hutan bisa mendapat intensive ekonomi berupa uang adalah sebenarnya kurang benar. Karena konsep tersebut hanya melihat kawasan hutan sebagai objek yang harus diekplotasi baik berupa kayunya ataupun hasil hutan non kayu.
Namun paradigma tersebut sudah membumi ditingkat “masyarakat”,dan pemerintah hingga sekarang. Tetapi apa yang dijanjikan oleh para pihak hingga kini belum ada kejelasan. Bisa jadi para pihak yang terlibat merasa prustasi melihat keadaan tersebut.

Sementara kawasan hutan makin hari ,kerusakannya makin luas karena berbagai aktivitas ekonomi yang membutuhkan kawasan yang cukup luas sudah tidak terkendali lagi termasuk di Kalimantan Barat.Sementara pemerintah dan masyarakat menungu-menunggu realisasi konsep restorasi belum juga tiba yang diusulkan oleh masyarakat internasional,nasional dan NGO.

Melihat kondisi ini,jelas kita melakukan”bunuh diri” karena melakukan penyelamatan kawasan hutan dengan konsep restorasi dengan berbagai skemanya tidak jelas realisasinya,yang notabene konsepnya merupakan tawaran yang dilakukan masyarakat internasional melalui lembaga internasional,sementara kawasan hutan makin hari kerusakannya hutan makin parah.

Karena masyarakat dan pemerintah sudah dijanji mereka berharap cukup besar dengan janji-janji restorasi tersebut. Sementara ada janji-janji yang lebih jelas dari investor tambang,kebun dan lain dengan mengkomversi kawasan hutan menjadi kawasan pertambangan,perkebunan dan aktivitas lain daerah akan mendapat intensive ekonomi yang lebih jelas seperti pajak,menambah lapangan kerja bagi masyarakat.

Jelas dalam tarik menarik kepentingan pemerintah umunya melihat keuntung sesaat saja,dimana yang utama,yaitu dengan melepas kawasan hutan menjadi kawasan aktivitas ekonomi lebih baik,karena dengan adaya aktivitas ekonomi kehidupan masyarakat dan daerah makin sejahtera,tampa melihat dampaknya.

Sebenarnya masyarakat Kalimantan Barat yang hampir 70% tinggal disekitar hutan dan kawasan hutan memiliki konsep restorasi dan penlindungan kawasan hutan yang dilakukan turum temurun,dimana bisa diadobsi oleh para pihak,seperti perlidungan kawasan dengan sistem adat.

Banyak kawasan yang dilindungi secara adat hingga kini bertahan,karena jelas konsep perlindungan,masyarakat tidak melihat kawasan hutan sebuah objek secara ekonomi yang hanya dieksplotasi saja.

Masyakat melakukan perlindungan kawasan dengan konsep pendekatan,spiritual,sosial adat budaya,ada pendekatan secara ekonomi itu dilakukan dizona-zona terterntu saja.
Karena gema restorasi kawasan hutan telah menjadi isu maindstream dalam penyelamatan kawasan hutan,sudah saatnya berbagai konsep restorasi kawasan hutan diaplikasikan dalam penyelamatan kawasan hutan,sehingga masyarakat dan pemerintah hanya diberi janji-janji dan harapan tampa realisasi. (Deman Huri Gustira)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »