Ngopi Langsung dipusat Industri Kopi Dunia

08.04
           Ngopi di warkop Takengon. Man

TJ-Saya malam sekitar pukul 12 malam sampai ke Kota Takengon. Perjalan yang cukup melelahkan dari ibu Kota Aceh Utara Lhoksukon.

Saya sengaja datang ke pusat penghasil kopi terbaik di Dunia. Untuk merasakan sensasi ngopi dan rasa kopinya. Tenyata walau sudah larut malam beberapa warung Kopi masih buka.

Segelas Kopi Arabica, Man

Aroma Kopi sudah membuat rasa ingin cepat menikmati Kopi Gayo. Di Sentra Kopi. Di warung Kopi itu terdapat peralatan kopi yang tradisional dan modern termasuk cara mengolah kopinye.

Saya langsung memesan dua jenis minuman kopi. Kopi sanger(kopi+susu), dan kopi hitam saring. Di tempat warung kopi itu terdapat beberapa karung kopi dan bubuk kopi yang sudah di kemas.

Suhu udara yang menusuk sekitar 15 derajat Celcius. Dua gelas kopi dapat menambah hangat tubuh saya. Disekitar tempat duduk saya juga ada beberapa orang dari luar Kota Takengon sedang menikmati Kopi.
Kopi Arabica dalam kemasan


Kopi yang pesan salah Kopi Arabika. Rasanya sangat beda dengan kopi yang biasa saya nikmati kopi Robusta di Kota Pontianak. Saya banyak ngobrol-ngobrol tentang perkopian dengan pemilik warung Kopi. Ternyata dia sangat ahli tentang perkopian. Dan dia penyuplai kopi Gayo Aceh kebeberapa daerah di Indonesia.

Sambil menikmati rasa kopi hitam Arabica Gayo tampa gula kami ngobrol panjang tentang perkopian, sementara kopi sanger hanya uji coba menikmati citra rasa kopi susu Gayo. Memang ada rasa khusus.


"Memang luar biasa menikmati kopi Gayo, di tempat penghasil kopinya. Rasa kopinya sangat terasa masih segar,".

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »