Menikmati Keindahan Alam Di Centra Kopi "Dunia"

19.53


Saya di kebun kopi, Photo:Sur

TJ-Dari kejauhan sudah kelihatan kebun-kebun kopi menghijau. Mansur yang menemani saya menunjuk kebun kopi.

"Itu bang di kaki gunung kebun kopi semua,"

Sepanjang jalan dari  Bunder Mariah sampai tangkengon kiri kanan di penuhi tumbuhan kopi. "Di wilayah ini yang banyak di tanam adalah kopi Arabika, karena tanah cocok untuk Arabica,".

Harga kopi Arabica juga lebih mahal dari kopi Robusta. Dengan ketinggian 1200 KM dari permukaan laut wilayah Buda meriah dan Tangkengon sangat cocok di tanam kopi Arabica.

Kebun kopi Arabika di Tangkengon

Suhu udara sangat dingin ukuran Indonesia. Saya melihat di termometer android pada saat itu suhunya sekitar 18 derajat Celcius.

Saya turun dari mobil, melihat kebun-kebun kopi yang sedang berbuah. Semerbak aroma wangi bunga kopi. Beberapa buah kopi juga sudah mulai memerah matang.

"Nanti kalau sudah banyak yang merah baru di panen bang,"

Sejauh mata memandang kebun kopi semua. Menariknya kebun-kebun kopi di wilayah ini milik masyarakat. Buka milik perusat kopi.

Sebagai penikmat kopi saya takjub dengan kebun-kebun kopi di wilayah ini. Walau jenis kopi Arabica. Kopi yang berasal dari wilayah ini dikenal kopi Gayo.

Gayo adalah salah satu suku yang berada di Aceh, mayoritas tinggal di Tangkengon dan Budamariah.

Saya memetik beberapa bunga kopi dan mencium aroma bunga kopi. Dan mentik beberapa buah kopi dan mengisinya. Rasa manis buah kopi.

"Manis ya buah kopi, tidak pahit kalau sudah di campur air," canda saya.
.........

Setelah selesai mengelilingi kebun kopi saya turun kekampung melihat warga cara menjemur kopi yang baik dan benar.

Saya pergi ke salah satu petani kopi namanya Selamet. Dia bersama istrinya sedang menjemur kopi yang baru di panen.

Sekitar pukul 11, Sinar matahari sangat bersahabat Bangi petani kopi untuk menjemur kopinya. Dengan suhu relatif tinggi.
Slamet sedang menjemur Kopi

Pak selamat mebolak-balikan biji kopi yang sedang di jemur.

"Ini biar cepat kering de, kerinngnya biar merata maka harus di bolak balik begini,".

Pak Slamet membolak-balikkan kopi yang di jemur menggunakan sebuah papan. Dia bergantian bersama istrinya.

"Nanti kalau sudah kering kopi-kopi ini di antar ke toke Kopi,".

"Lumayanlah harganya,  biasa turun naik harga biji kopi,"kata Selamat. Man

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »