Membaca,Diskusi, Menulis, Silahturahmi, Diplomasi Modal Pergerakan Bung Karno

17.11
Buku Dibawah Bendera Revolusi. Dok.

TJ- 6 Juni adalah lahirnya Sukarno, Bapak Pendiri Republik Indonesia. Kebesaran Soekarno telah melampaui Zamanya, karena dengan karya-karya besarnya selain sebagai tokoh politik. Soekarno adalah penulis ulung.

Soekarno berjuang bersama kawan-Kawanya mendirikan Republik Indonesia berdarah-darah. Dari penjara keluar penjara dari sejak umur 15 Tahun ide kemerdekaan Sudah dimulai. untuk merealisasikan ide-idenya bangsa-bangsa di Nusantara harus terbebas dari imprealis..
Yang menarik selain sebagai organisatoris, Bung Karno tidak lupa dengan tradisi Intelektualalnya, Membaca, Diskusi, dan Menulis. Sehingga beliau di segani oleh, sahabat dan lawan politik.

Puluhan karya tulisanya membuktikan dalam mengedepankan gerakanya adalah tradisi ke Ilmuan yang utama. Dia tidak sungkan berdialog dengan golongan kanan, kiri dan Agamawan.

Konon, cerita kake dulu beliau sering diskusi bersama Tan Malaka, Alhasan, Akis Martadinata, dan beberapa tokoh lainya di Rumah ayah beliau di Bandung. Dan beberapa kali ke Kota Garut melihat-melihat sekolah rakyat yang dibangunnya atas ide hasil diskusinya.

"Rakyat Nusabtara harus lebih pintar dari Imprealis jika ingin merdeka, "cerita kake waktu mengunjungi sekolah di Garut
Saya termasuk manusia beruntung karena sejak SMA sudah dapat buku-buku Karya Bung Karno peninggalan Kake. Zaman Orba mustahil kita bisa mendapatkan karya Soekarno di tokoh -tokoh buku, buku karya Bung Karno termasuk yang terlarang.

Buku yang saya sukai adalah bendera dibawah bendera revolusi, Dua Jilid. Dengan jumlah halaman 1224 Halaman. Sungguh Karya luar biasa. Hanya orang-orang tertentu di anugrahi kemampuan berkarya seperti itu dalam suasan perjuangan Diplomatik, politik, dan perjuangan bersenjata dalam mewujudkan NKRI

Selamat Hari Lahir Putra Sang Fajar 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »