Inovasi Produk, Meningkatkan Nilai Komoditi Lokal.

09.10


Butter nabati buah Tengkawang

Negeri ini sudah dianugerahi dengan Kekayaan Alam luar biasa maha kaya...dari hutan, laut, udara,tanah.

Untuk meningkatkan produktivitas nilai guna sebuah Komuditi dari hasil alam Tampa merusak alam di perlukan inovasi produk.

Salah satu adalah butter nabati dari buah Tengkawang. Sebenarnya sudah ratusan tahun leluhur masyarakat di pulau Borneo sudah mampu mengelola buah Tengkawang menjadi butter.

Maka, sudah di pastikan di hutan-hutan tua milik adat pohon ini menjadi salah satu andalan masyarakat, selain pohon durian.
Butter ini sempat hilang di peredaran, bahkan di beberapa negara di Eropa dianggap sudah punah. Setelah serbuah minyak sawit dan butter hewani produksi Industri Besar dari Eropa.

Padahal, hampir setiap hari kita mengonsumsi atau menggunakan berbahan dasar butter  seperti   untuk makanan, komestik, obat-obatan.

Tapi abukanmenggunakan butter dalam negeri yang di produksi dari hutan Borneo.
Tapi, butter hewani dari tanah Erofa. 

Kita mengunakan kendaraan bermotor lebih yakin menggunakan produk Jepang, kalau HP Samsung Korea.

Begitu juga nasib Butter Nabati dari tanah Borneo, publik tidak familiar dengan barang ini. Masyarakat lebih familiar dengan produk butter luar negeri dan lebih trend apabila menggunakan produk asing.

"Ini sebuah kesalahan besar dalam negeri, dalam menjaga eksistensi Komuditi lokal, sehingga hampir dianggap punah di peradaban dunia,"

Nah, project menggbalikan peradaban butter nabati dari buah Tengkawang, bukan sekedar program untuk rugi. Tapi sebuah program Ideologis.

Projects ideologis adalah karena Tengkawang bukan sekedar pohon biasa. Tetapi pohon yang punya nilai konservasi tinggi, ekonomi, budaya dan spiritual sebagai bagian peradaban masyarakat dunia.

Nah, diperlukan para inovator dalam negeri dalam mendorong eksistensi pengelolaan buah tenkawang dan butter Tengkawang.

Apalagi ditengah rontoknya harga Komuditi masyarakat. Kita tidak perlu diam menyaksikan dinamika pasar yang sangat dinamis, maka harus bergerak dan bergerak. Sebelum hilang di telan oleh zaman.

"Tengkawang dijaga, alam pun menjaga kita".

(Bersambung)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »