Cerita Barang Antik Di Beri Kolega Dari Sebuah Warung Kopi

10.13

Teko antik milik Dolla

TJ-Para suatu pagi saya melakukan ritual pagi di sebuah warung Kopi di Desa Pulau Tayan. Saya jam 5.30 Wib sudah menuju warung Kopi. 

Warung kopi paling terkenal namanya warung kopi azan. Saya menuju warung kopi jalan kaki, sekalian olah raga. Cuman sekitar sepulih menit sudah sampai di warkop azan.

Koleksi barang antik Dolla


Dari kejauhan sudah kelihatan kolega ngopi duduk di kursi depan. Yaitu bapak Pendeta dan seorang pengusaha walet ternama di Tayan.

"Selamat pagi pak pendeta !,"

"Pagi..."  kata Pendeta dan seorang pengusaha walet. Saya langsung pesan kopi hitam pait.

"Kopi Hitam pait Zan..."

Azan langsung menyuruh pelayanya untuk membuat kopi pahit.
Tombak VoC millik Dolla

Biasa bicara diwarung kopi di bahas dari mulai permasalahan desa, sampai masalah presiden dan perdagangan internasional.

Tiba- tiba datang seorang tinggi besar hidung mancung. Dia langsung salaman dengan saya.

Duduk sejejer dengan kursi saya. Bapak pendeta sekitar jam 6 sudag pulang karena harus ke sekolah mengajar, begitu juga pengusaha walet.
                     Patung Kuda

Tinggallah saya berdua dengan pria peranakan Arab. Sebenarnya dia seorang pangeran dua Kesultanan di Kalbar. Cuman, dia tidak memperdulikan gelar yang disandangnya.

"Buat apa kita mengaku-ngaku pangeran kekuasaan tidak ada, bagus ngopi ja bebas kite," ujarnya.

Panjang lebar kami ngobrol, ngami banyak ngobrol sejarah dan peradaban Tayan. Bahwa Tayan dan sekitarnya merupakan peradaban tua.



Karena Abdullah banyak menemukan barang-barang antik disekitar Tayan dan sekelilingnya. Dari mulai tembayan, teko, mata uang besi, sejarah dan beraneka ragam benda sejarah.

"Saye banyak di rumah, dapat dari orang Kampong," Kate Dolla.

"Mintalah kame Dol satu..."

"Boleh asal kau jage ye, pemberian kame," ujar Dolla.

Setelah kami minum kopi. Kami kerumah masing-masing. Eh benar tidak berapa lama Dolla mengirim barang antiknya kerumah saya.

"Ini barang antiknya, oleh-oleh dari kame,"

"Ma kaseh Dol..."

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »