Belajar Tasawuf Di Warung Kopi

19.59
TJ-Kebiasaan nongkrong di warung Kopi. Membuat saya berkenalan dengan berbagai khalayak. Kebetulan malam ini saya berkenalan dengan seorang petani.

Biasa waktu malamnya di isi ngobrol-ngobrol santai di warung Kopi. Beliau duduk satu meja dengan saya. Namanya Cek Met.

Saya cerita panjang lebar tentang perkembangan politik di Indonesia. Termasuk beberapa daerah akan mengajukan referendum.

Tapi yang menarik malam itu beliau membahas tentang isu-isu tentang tokoh sufi di kampungnya seperti Hamzah Fansuri, Arraniri, Syehkuala dan tokoh-tokoh sufi Dunia.

Menariknya, Cek Met malam itu mengajariku tentang tahapan belajar ilmu tauhid. Kebanyakan orang termasuk saya selama ini belajar ilmu tauhid langsung ke Tauhidtan ke Tahanan.

Seperti sifat Tuhan, widhatul wujud. Ternyate menurut Cek Met itu tahapan kurang benar. "Kalau hanya belajar tauhid Tuhan bisa sesat atau lama pahamnya,".

Menurut Cek Met, tahapanya belajar ilmu tauhid harus menguasai tauhid dunia, tauhid Mantiq (Tauhid ilmu) dan tauhid Tasauf(Tauhid ke Tuhan).

Saya tercengang penjelasan Cek Met begitu runut. Ternyate selama ini saye dan kawan-kawan kurang sistematis. Sehingga kepercayaan tentang ke Tuhan turun naik. Keyakinan kurang kuat.

Karena menurut Cek Met, kita belum selesai tentang ke Tauhidtan dunia dan tauhid ilmu, langsung mau memahami tauhid ilmu. "Jelas Cek Met.

Cek Me

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »