Lambai Sayur 44 Jenis Tumbuhan

20.17 Add Comment

Sayur Lambai

TJ- Pada saat bulan Rhamadan tiba bermunculann berbagai macam khas makan  tradisional yang langka.Aceh yang selain terkenal dengan kopinya. Juga terkenal dengan berbagai jenis makanan, seperti Mie Aceh, Rendang Aceh, Kari Aceh, Nasi Goreng Aceh, sayur mayur Aceh.

Pada saat bulan ramdhan ini  terdapat makanan yang langka, hanya keluar pada saat bulan Rhamdan, yaitu Lambai. Lambai merupakan sayur kering yang terbuat dari berbagai jenis tumbuhan dan rempah tidak lebih tidak kurang tumbuhan dalam sayur Lambai diperkirakan 44 jenis tanaman dijadikan satu.

Tanaman yang di jadikan sayur lambai adalah tanaman,  yang kaya biasa di jadikan obat-obatan tradisional.

44 jenis tumbuhan terdapat dalam hidangan sederhana ini, seperti daun Pagagang, daun sirsak, daun jarak, daun letop-letop, daun binahong, daun akar.daun jeruk perut..daun temurui..daun kunyit..daun serai..dll.

Menurut pengetahuan modern daun-daun tersebut mengandung senyawa antioksidan tinggi, dan bermanfaat menyembuhkan penyakit mematikan. Serta memiliki gizi yang sangat tinggi.

Tumbuhan ini tumbuh di sekitardi perkarangan warga. Kalau tidak ada di perkarangan warga tumbuhan ini. Warga pergi kehutan mencari 44 jenis tumbuhan. Soalnya kalau satu jenis tumbuhan tidak ada maka rasanya akan berkurang.

Setelah lengkap 44 jenis tumbuhan, daun-daun tersebut di racik di campur rempah, seperti parutan kelapa, kacang goreng, cabe, kunyit dibuat serba kering.

Hidangan ini sengaja di hidangkan special bulan Rhamadan. Selain bulan rhamdan sulit ditemui hidangan ini di pasaran karena tidak diproduksi warga.

Rasa sayur lambai ini sangat gurih dan menyegara tubuh, setelah saya menikmati pas buka puasa di bulan Rhamadan.


Sungguh luar biase, pangan peninggalan leluhur Nusantara. Sebelum pengetahuan "modern" mereka sudah memproduksi hidangan pangan yang multifungsi, dengan meracik berbagai jenis daun-daunan menjadi satu. (Theman)

Mesteri Sebuah Koper Tua

15.19 Add Comment
Kotak tua
TJ-Koper itu berwana coklat, model koper sudah sangat lama kali, mungkin pada saat ini koper itu sudah tidak produksi lagi. Karena sebuah koper, sepeninggalan almahrum koper itu tidak pernah kami buka.  telah lama tak pernah dibuka.

Sambil menunggu berbuka puasa, kami memberanikan diri untuk membuka kota itu.

Setelah dibuka kotak warisan kake , ternyata banyak "harta" peninggalannya diantaranya  kitab-kitab dahulu kala bertuliskan hurup arab melayu. 
                                                                Map  dau pandan hijau

Di dalamnya juga terdapat map terbuat dari daun pandan pantai. Didalam map terdapat dokumen-dokumen berharga berhage, mungkin hasil hutan waktu beliau "sekolah" seperti ilmu fiqih, ilmu Falaq, dan ilmu tauhid, dan pastinya tradisi masyarakat dulu banyak jimat/mantra yang saya tidak tahu manfaatnya.
Saya hanya fokus sebuah map yang terbuat dari daun pandan duri.
Map organik karya para leluhur, di kala keterbatasan kertas dan plastik para leluhur memanfaatkan daun-daun sekitar di jadikan Map.

                                                              Kitab kuning di atas map

Sungguh luar biase, para leluhur kite sudah membuat karya sebuah Map dari daun pandan duri. Pandan organik.

Berbeda dengan karya para Manusia"Modern" penuh mengandung "racun" seperti senyawa Clorin, dan juga 'merusak" alam. Karena untuk produksi satu kertas minimal satu pohon di tebang.
Apalagi Map berbahan plastik, yang dalam jangka panjang dapat mematikan kehidupan dunia. Seperti yang sedang viral saat ini .ribuan binatang laut dan darat terjebak oleh sampah plastik
Kita sudah saatnya kembali dan jangan malu belajar pada ilmu para leluhur.Yang ramah pada lingkungan dan kehidupan.
Map organik minimal mampu mengurangi sampah kertas dan plastik..

Gelanggang Ternak Tradisional, Omset Meliyaran Rupiah

14.34 Add Comment
Sapi-sapi di gelanggan ternak Pathon Labu
Th-J, Ratus mobil Pic-Up, Truk dan kendaraan bermotor pagi-pagil sekitar pukul enam berdatangan ke gelanggan ternak di Pathon Labu,  Kecamatan Jambu Ae, Aceh Utara. Kendaraan tersebut berisi berbagai jenis hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau.

Mereka datang ke gelangan ternak ini bukan untuk bertanding, tetapi untuk berdagang, sapi. Yang datang ke Gelanggang ini umunya toke-toke sapi dari berbagai kampung di Aceh Utara. Ribuan hewan ternah berdatangan di gelanggan ini.

Interaksi antara pedagang dan pembeli berjalan secara informal. Pakaian para toke ternak tidak seperti bos-bos di Kota menggunakan jas dan pakai dasi.  Toke ternak di gelanggan ini menggunakan pakaian seadanya saja.

                                                                 Pasar hewan pathon labu

"ini the Riil sistem ekonomi kampung Indonesia" saya mengatakan begitu, Ekonomi Desa ini, tak terpengaruh gejolak pasar modal, tak terpengaruh perpolitikan nasional, tak terpengaruh medsos di tutup oleh pemerintah.

Tak perlu pake kuitansi, modal kepercayaan saja..
"Ku serahkan sapi ini, warna coklat, jenis kelamin lelaki, harga 15 juta rupiah, uang milik saya, sapi milik kamu, sah,".

Bisa cashbon juga, kalau dah akrab dengan para toke sapi...

Begitulah bunyi akat transaksi sapi, di gelanggang sapi Panton Labu Aceh Utara. Tak perlu kuitansi hanya modal kepercayaan mereka menyerahkan uang puluhan juta bahkan sampai ratusan juta dan sapinya secara transparan penilainya.

Kambing di gelanggang ternak pathon labu.

Di perkirakan dalam satu hari di gelanggang sapi ini. Satu hari omsetnya 15 meliyar sampai 20 meliyar. Selain ada ribuan sapi juga terdapat ratusan domba, kambing dan kerbau. Menariknya kawasan ini bukan di kelola oleh pemerintah, tetapi dikelola oleh masyarakat lokal.

Inilah the Riil ekonomi di Indonesia yang masih bertahan dari sejak dulu di kampung.
Di tanya pada beberapa toke sapi mereka tidak tahun kapan gelanggang sapi itu ada.

"Pokonya sudah lama, sejak mereka masih kecil,".
Letaknya di Aceh Utara, Kecamatan Jambo Ae Panton Labu.

Pada zaman konflik Daerah Operasi Meliter, Gerakan Aceh Merdeka. Gelanggang sapi ini. Tidak terpengaruh dengan suara dar...door senjata. Mereka tetap exist bertransaksi.
Inilah sebenarnya basis ekonomi rakyat Indonesia di penjuru kampung-kampung di Indonesia perlu menjadikan contoh untuk kesejahteraan rakyat.

Riam Bide, Surga Tersembunyi Di Pedalaman Borneo

03.46 Add Comment
Riam Bede di Kaki Gunung Niut, Photo:Man

The-J, Mungkin kalau bicara Riam (Air terjun) Bede keanyakan orang kurang familiar keberadaan riam ini. Karena letaknya yang tersembunyi di pedalaman Kalimantan Barat. Letaknya di Dusun Nibung, Desa Sahan, Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat.

Riam ini terletak di tengah hutan Borneo, jauh dari permukiman warga. Tepatnya di kaki Cagar Alam Gunung Niut. Saya menuju riam bede dengan menggunakan kendara roda dua sekitar dua jam dari dari pusat Desa Sahan.

Menyurusuri jalan tanah terdapat kebun-kebun jagung dan lada milik warga. Setelah melewati jalan itu. Saya baru melalui jalan di hutan. Mendekati riam, saya sudah mendengar suara air riam bendei, dan suara-suara binatang hutan.

                                       Sedang berada di riam bede, photo;Man

Sekitar satu kilometer kendaraan harus berhenti, karena kendaraan tidak bisa melalui jalan setapak yang begitu terjal. Setelah kendaraan di simpan di salah satu pondok ladang warga. Saya mulai berjalan kaki, menuruni tanjakan. Semangkin dekat suara air makin keras. Perasaan hati mulai-mulai bahagia.

Setelah sampai di riam saya melihat pemandangan yang sangat luar biasa," di tengah hutan borneo terdapat suraga yang tersembunyi,".

Batu-batu besarseluar lapangan bola berhamparan, di lalui aru sungai yang sangat deras. Kiri kana terdapat pohon-pohon hutan yang masih hijau dan suara binatang hutan. Sehingga keberadaan ini seperti laksana di surga.

Saya bersama tiga orang teman, menikmati ke indahan alam riam bide, menurut penujuk jalan yang mengikuti saya Roni, "Riam ini sangat jarang di kunjungi orang- karena jaraknya sangat jauh,".

Maka riam ini kurang di kenal orang,"kalau melihat ke indahan alamnya tidak kalah dengan riam-"riam di indonesia lainya,".

Kebetulan pada saat itu, saya berada di atas air terjun, di hamparan batu yang sangat luas. Dibawah saya terdapat air terjun yang tingginya tidak kurang 10 meter. Dibawahnya terlihat sungai yang cukup tenang.

"Disini banyak ikan semah bang, kalau na jale dan mancing pasti dapat,"kata Roni.

Menikmati ke indahan riam bede sangat luar biasa, jauh-jauh menyusuri hutan tidak rugi menikmati ke indahan alam riam bede.