Advokasi Total, Menghasilkan Karya Besar

23.42

Martinus Cion, yang terlahir disebuah Desa di Pedalaman Kalbar Desa Tikalong, Kecamatan Mempawah Hulu,  Kabupaten Landak. Dia akrab dipanggil Cion oleh para sahabatnya.

Awal tahun 60-an dia mulai menempuh pendidikan Sekolah Rakyat di Desanya. Sebagian penduduknya masih menganut agama leluhur dan sering pergi ketempat pemujaan di Kaki Gunung Tiang Tanjung.
Hidupnya penuh perjuangan karena Cion beberapa kali harus putus sekolah.

Namun,  ia tidak pernah putus asa dengan keadaanya walau dalam keadaan miskin. Dia miliki semangat  untuk terus melanjutkan sekolahnya. Cion yang masih anak-anak harus berjuang sendiri, karena kelas empat SD  ibu tercinta meninggal dunia. Berbagai rintangan selalu dia lewati dengan modal semangat dan do’a.

Novel Biografi ini sengaja mengambil sisi semangat hidup perjuangan Pak Cion. Karena hampir semua manusia pasti menghadapi permasalahan yang sama. Tapi hanya sedikit orang yang berhasil melalui proses berbagai cobaan hidup.
Padahal, orang sukses pasti harus tahan menghadapi  berbagai rintangan secara bertubi-tubi. Setelah lulus dari rintangan dia baru akan mendapatkan kesuksesan.
Begitu juga yang dihadapi Cion, ujian hidup dimulai dari dia masih anak-anak hingga jadi penginjil di Pedalaman Kalbar. Pada masa anak-anak Cion sudah tidak punya waktu lagi untuk bermain. Dia harus bekerja untuk membantu keluarga dan biaya sekolah.

Dari mulai noreh karet, berladang, cari kayu, beternak ayam, hingga berburu  kehutan dilakukan oleh Cion demi melanjutkan sekolahnya dan membantu menghidupkan keluarganya dirumah.
..............................
Setelah tamat sekolah Baria (Sekolah Agama) setingkat SMA. Cion mewakapkan hidupnya untuk menyebarkan iman Tuhan menjadi penginjil. Jadi penginjil dipedalaman, Cion tidak melulu menyebarkan Iman Tuhan dan Injil.

Dia harus menyadarkan orang-orang pedalaman untuk bersekolah, menuntut ilmu yang lebih baik. Sehingga orang pedalaman tidak lagi tertinggal dari orang-orang Kota. Karena pada waktu itu orang pedalaman malu ke Kota untuk melanjutkan sekolah.

Setiap kampung yang didatangi Cion. Cion harus numpang di rumah orang kampung, noreh karet, berladang, nyingso kayu di hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dalam kegiatan penginjilan dan pencerahan pada masyarakat.

Sebagai penginjil Cion keluar Kampung masuk Kampung sejak tahun 70-an. Dia melihat warga pedalam malu datang ke Kota-kota untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi , rata-rata mereka tidak lulus SD.

Pak Cion tidak rela masyarakat pedalaman Kalimantan khusunya Kalimantan Barat dihantui kebodohan. Melihat realitas seperti ini, Cion selalu berpikir hingga larut malam bagaimana masyarakat pedalaman tidak senasib dengannya yang sempat berhenti sekolah beberapa kali.

Sempat putus asa menjadi penginjil karena kemiskinan dan acaman sosial dari Masyarakat. Dengan kekuatan do’a dan dukungan istri bahwa kerja-kerja yang dilakukan oleh Cion adalah kerja Iman. Filosfi hidupnya “Berpijakan bukan pada dunia, tapi pada Iman Tuhan”.
Cobaan yang sangat berat menjadi pengginjil bahkan sempat Dia ingin “bunuh diri” karena diadilin oleh aparat, bahwa yang ia lakukanya adalah illegal. Proses ini  menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Cion.

Bahkan dia mampu mewujudkan cita-citanya mendirikan sekolah agar orang kampung mendapat pendidikan yang lebih baik. Awalnya dia hanya membuat lukisan gedung saja. Karena saat melihat realita orang kampung  tidak bersekolah dia tidak punya modal untuk membuat sekolah.

Walau sebagai penginjil Cion tidak pernah membedakan orang-orang sekitar. Berbeda agama, suku dan bangsa. Justru dengan kebersamaanya dan rasa cinta sesama, Cion mampu mewujudkan Cita-citanya yang sangat panjang, yaitu: membangun sekolah untuk anak-anak pedalaman. Kini sekolah yang dibagun sudah meluluskan ribuang siswa.
.................................
Semangat hidup  Cion dalam buku biografi ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi masyarakat di Indonesia khususnya dipedalaman yang masih ragu untuk maju dan bangkit. Cobaan hidup merupakan bagian dari dinamika kehidupan yang harus dilalui menuju kesuksesan.

Penulis berharap, Novel Biografi ini bisa menjadi buku bacaan yang mampu mendorong semangat anak-anak  di seluruh penjuru Nusantara,  khususnya yang berada di pedalaman, untuk tetap semangat dalam menuju kesuksesan.
Bahwa dalam menuju kesuksesan diperlukan semangat, konsisten, keyakinan dan do’a sebagaimana dilakukan Cion sejak kecil hingga sukses.
                                  Deman Huri

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »