Beragama Untuk Kemanusian dan Alam

02.24
Memberi bantua pada komunitas Nelayan
Thejaman- Bicara agama seolah-oalah identik dengan hanya berhubungan dengan Tuhan sebagai pecipta Alam. Padahal subtansi beragama adalah bagaimana rasa-rasa kemanusian kita terbangun dengan baik ketika kita melaksanakan nilai-nilai keagaamaan, bukan malah sebaliknya. Antipati kelompok lain, mencaci maki, sesungguhnya itu bukalah ciri-ciri orang yang melaksanakan nilai-nilai keberagamaan, tetapi sebaliknya justru mereka mendustakan nilai-nilai agama.

Sebagaimana, tertera dalam dalam kitab suci kaum muslimin, dalam Al-Quran surat Al-Maun ayat 1 -sampai 7. Surat ini justrus berisikan firman-firman bagaimana orang-orang dikatan mendustakan agama apabila mereka membiarkan fakir miskis, anak yatim, berbuat sombong.

1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat,
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,
6. orang-orang yang berbuat ria.
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.


Nah, jelas kalau menalaah ayat-ayat tersebut diatas, justru orang yang dikatakan mendustakan agama, yang diutamakan adalah orang yang tidak mau menolong sesaman. Ini tergambar hanya dua ayat yang dikatakan mendustakan agama ketikan Shalatnya tidak benar. Tetapi, empat ayat menerangkan pentingnya penduli sesama manusia tampa membedakan, ras, suku dan agama.

Jelas semuanya nilai-nilai kemanusian yang kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah merupakan manipestasikan atas penyerahan diri secara total kepada Allah SWT. 

Nah, utamakan membantuk orang yang tidak mampu dengan barang berguna agar dikatan tidak mendustakan agama.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »