Level Politik Media Sosial

01.37
Twitter salah satu media sosial. Doc.Twitter

TJ- Melihat kemampuan para aktivis dan politisi dalam menyikapi fenomena dan gerakan sosial hanya pada tataran media sosial. Pertarungan dealektikan ruang publik terjadi hanya pada tataran meda sosial.

Berbeda pertarungan dialektika tokoh pergerakan di era 1945 Dealektika berbentuk dalam analisa-analisa politik mendalam tentang visi perubahan tentang kenegaran.

Bisa kita ambil Contoh: Tan Malaka mampu menghasilkan beberapa karya besar, seperti Madilog, Soekarno Dibawah Bendera Revolusi, juga  tokoh-tokoh pergerakan lainya seperti Tjokro Aminoto, DN,Aidit, Karto Sowiryo, Mohammad Hatta, dan tokoh-tokoh lainya.

Hingga kini, karya-karya mereka masih asik dibacaa oleh para khalayak rame, dalam diskursus, seminar ataupun kampus-kampus.

Mungkin, zamannya berbeda, sekarang pada sibuk berdealektika pada tataran media sosial, seperti Facebook, twitter, WA, dan lain-lain. Mungkin, karena perubahan zaman, pada zaman dahulu tidak ada facebook, zaman sekarang ada facebook.

Alasan itu bisa diterima, namun sangat disayangkan, berdealektika sangat sedikit sekali yang bisa dianalisa secara mendalam.

Walaupun hanya termuat dalam satu pragraf tertulis pada wall. Tetapi, dealektika berjalan dinamis,tetapi tidak mendalamannya analisa suatu probrem menyebabkan banyak salah persepsi. Kesalahan persepsi ini menyebabkan pertarungan yang tidak sehat bahkan menyebabkan terputusnya persahabatan.

Problem mendasar ini menyebabkan kemalasan berfikir, membaca sebuah masalah secara mendalam. Sehingga hilang nalar rasionalitas. (Men)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »