Menanam Kembali Pohon Yang Hilang

21.53
Pohon putat yang mulai tumbuh di Parit Sungai Putat, Kota Pontianak.
TJ-Pohon putat empat puluh tahun lalu merupakan salah satu tanaman yang tumbuh disempanjang parit sungai putat. Parit Sungai Putat terletak di Kelurang Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak.
Disebut parit Sungai  Putat karena dulu parit ini banyak ditumbuhi pohon-pohon putat. Menuruh Sahral (70), dulu parit sungai putat banyak ditumbuhi pohon putat,selain itu ada juga pohon rengas.
“Makanya paritnya, disebut dengan parit sungai putat, pohon putat didedikasikan menjadi nama parit. Pohon putat yang tumbuh dipinggir parit mampu menahan tepian parit supaya tidak abrasi,”kata Sahragal.
Sahral mengingat kembali, tidak tahu kebijakan siapa pohon-pohon putat diganti menjadi pohon minyak kayu putih.
“Walaupun pohon putatnya sudah tidak ada lagi, diganti pohon kayu putih, namanya tetap parit sungai putat, “kata Sahral.
Parit Sungai Putat merupakan salah satu dari ribuan parit di Kota Pontianak, parit ini panjangnya diperkirakan sekitar 4,5 kilometer. Berfungsi sebagai saluran, air baku warga, mandi, pertanian dan lain.
Yudi salah satu tokoh pemuda Sungai Putat mengatakan, kami mengetahui diparit sungai putat dulu ada banyak pohon putat, setelah kami mengadakan diskusi kampung tentang tatakelola dan  sejarah parit sungai putat.
“Kami baru mengetahui, bahwa dulu sepanjang sungai putat banyak pohon putat sepanjang parit. Namun, sekarang sudah tidak ada lagi,”kata Yudi.
Yudi bersama beberapa pemuda berinisiatif ingin mengembalikan  Pohon Putat, sebagai identitas parit dan kampung. Dengan membuat organisasi Kreasi Sungai Putat.
Dia mencari bibit pohon tersebut ke Kabupaten Kubu Raya, Mempawah dan Kabupaten Sanggau. Setelah beberapa bulan mencari bibit putat yudi dan kawan-kawanya mendapat anakan pohon putat sebanyak 100 batang dan disemai dirumahnya.hingga pohon-pohon tersebut sudah layak ditanam sungai putat. Pohon putat selalu hidup tergenang diair atau tanah berawa.
Kreasi Sungai Putat, Pontianak Urban Forest, DKP Kota Pontianak, GSK, Kelurahan Siantan Hilir,  pada tanggal 30 Oktober 2016 melakukan penanaman pohon putat ditepian parit sungai putat. Yudi mengatakan, nanti sepanjang parit sungai putat akan ditananam pohon putat.
“Sehingga parit dan kampung sungai putat putat menjadi asri kembali, dengan ditanami pohon putat,”Harap Yudi.
Deman Huri Korodinator Pontianak Urban Forest mengtakan, penanaman pohon putat ini murni inisiatif warga sungai putat, yang ingin mengembalikan pohon-pohon lokal bisa menjadi tuan rumahnya sendiri.
“Seperti pohon putat harus jadi tuan rumah di paret sungai putat,”kata Deman Huri.
Deman mengatakan, sebenarnya ada beberapa parit dan kampung, bahkan nama kota Pontianak sendiri diambil dari nama pohon, namun pohon tersebut sudah hilangan.
Sebut saja parit sungai jawi, dulu disana banyak pohon jawi-jawi tumbuh, jeruju banyak pohon jeruju, Nama Pontianak sendiri berasalah dari pohon buah ponti, tapi pohon-pohon tersebut sudah tidak ada lagi di Kota Pontianak.
“Kami lagi berusahan mendorong agar taman kota di Kota Pontianak, dan ruang terbukak hijau di Kota Pontianak menggunakan tanaman lokal,”kata Deman.
Deman, menambahkan penanaman pohon putat ini merupakan gerakan awal untuk mengembalikan pohon-pohon lokal yang pernah hilang dari Kota.
Eko dari Dinas Kebersihan dan Pertaman Kota Pontianak mengatakan, kami mendukung kegiatan yang dilakukan oleh komunitas dan bersinergis dengan pemerintah Kota Pontianak, dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertaman.
“Kita perlu dukungan dari masyarakat untuk membuat Pontianak lebih sejuk dan lebih hijau,”Kata Eko.
Eko menjelaskan, penghijaukan tidak hanya dilakukan di parit sungai putat, nanti di RTH dan bantaran parit juga akan ditanam pohon-pohon lokal,berkolaborasi dengan komunitas. (Men)




Share this

Related Posts

Previous
Next Post »