Danau Empangau Tersembunyi Di Belantara Borneo

01.32
Turis sedang mengamati alam Danau Empangau. Photo:Man
TJ-Danau Empangau,  merupakan danaua alam yang cocok dikunjungi oleh traveler alam bebas yang sangat menantang. Letaknya yang tersembunyi dikawasan   Hutan Rawa. Letaknya di Desa Empangau, Kecamatan Bunut Hilir Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Untuk menuju kawasan danau Empankau saya harus mengunakan perahu motor, yang oleh Kapuas Hulu lebih dikenal dengan Speed Bood. Pada waktu itu saya menggunakan speed bood 50 PK.
Menyusuri sungai terpanjang di Indonesia Sungai Kapuas,disepanjang sungai ditumbuhi pohon-pohon khas Kalimantan Barat seperti  pohon rengas, leban, beringin, cempedak air, bungor dan lain-lain.

Burung-burung bangau  beterbangan di sepanjang pantai sungai, memakan ikan sungai. Tidak terasa saya berada diantara dua Das(Daerah Aliran Sungai) yaitu  Das labian dan Das Kapuas. Jelas perbedaan warna airnya. Das Labian Airnya lebih jernih, sementara DAS kapuas sedikit Kotor.

Sebelum sampai Danau Empagau saya melalui danau lindung Teluk Air. Ditepian Danau terdapat tulisan Hutan Adat Keturunan Abadi dan Hutan Lindung Keturunan,  kawasan lindung milik masyarakat desa Teluk Aur. Selain itu ada danau Lindung Pengelang dan Aur. 

Sekitar 4 Jam  kami sampai ke Desa Empangkau. Saya mengobrol dengan warga yang sedang beraktivitas membuat kerupuk ikan. Ikanya berasal dari Danau Empangau. Setelah puas ngobrol dengan warga saya melanjutkan perjalanan ke Danau Empangau dengan ditemani oleh beberapa warga setempat.

Karena ada pemekaran desa, Danau empangau dimiliki oleh Desa Empangau dan Desa Empagau Hilir.

Warga melindungi danau secara bergotong royong. Untuk menangkap ikan dikawasan danau tidak boleh sembarang. Warga telah membuat zona pemamfaatan dan zona lindung di Kawasan Danau.

Penyelamatan Danau Empangau dimulai oleh seorang Nelayan namanya Minan, dulu sekitar danau, menurut Minan ada pertambangan Emas, dan pengambilan kayu secara illegal sehingga kondisi air danau menjadi kotor, jumlah ikan.

Minan sempat disebut orang gila karena pekerjaannya memasukan ikan kedalam danau empagau dan melarang warga untuk mengotori air danau. Kini kondisi keadaan danau  empangau sudah kembali bersi dan bebas dari pencemaran

Sekitar 30 menit dari Desa Empangau perjalanan kami sampai di Danau Empangau, luas danau sekitar sekitar 124 hektar dengan kedalaman 3 meter sampai 21 meter.

Karena merupakan danau hutan rawa gambut, keadaan airnya warna coklat dimana air danau telah bercampur dengan akar tumbuh-tumbuh yang tumbuh disekitar danau.

Danau yang terdapat didalam hutan dikelilingi oleh hutan lindung sajat. Berbagai jenis pohon mengelilingi kawasan danau lindung, pohon-pohon dalam hutan tesebut bermanfaat, pada musim air  pasang kawasan hutan tersebut menjadi habitat pemijahan benih ikan secara alami.

Danau lindung banyak menyimpan potensi ikan, Jenis ikan di danau Empangau berjumlah sekitar 70 jenis, seperti ikan Arwana Super Red (Scleophage Formous), Entukan(Thynnicthys nemurus), tenggadak(Barbodes Schwanenfeldi), Unpan(Puntioplite Waadeusii), Ringo(Datoides microlepis), Tambiring (Belodonthys dinema).

Pengelolaan danau Empangau dilakukan secara partisipatif oleh warganya, dari mulai perlindungan kawasan, sistem panen keseluruhan dikukan oleh warga.

Ikan yang paling berharga di Danau Empangau adalah Ikan Awna Merah (Scleophage Formous), jika musim ikan ini bertelur warga beramai-ramai memanen anak ikan arwana disungai. Induk ikan arwana tidak boleh ditangkap, apabila ada warga yang ketahuan menangkap ikan arwana pasti akan diusir dari kampung. Mereka tidak boleh lagi menempati kampung Desa Empangau. (Theman)



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »