Parit Nanas, Sisa Peradaban Kota Pontianak Sebagai Kota Air

03.21
Susur parit Nanas

TJ-Minggu pukul 10.00 wib saya dan kawan menuju parit nanas. Kehadiran saya dalam rangka menghadiri undangan warga untuk melihat-lihat keadaan parit.

Parit nanas dicanangkan untuk menjadi kawasan air. Saya ditemani beberapa arsitek, pengusaha muda, budayawan untuk meliha-lihat potensi parit nanas.

Setelah sampai di parit nanas, kami disbut oleh ketua RT namanya pak Indra.

Indra menceritakan, parit nanas dicanangkan warga dan kelurahan untuk dijadi kawasan wisata.

Lebar parit sekitar 20 meter panjang 3500 meter masih banyak menyimpan berbagai jenis ikan. Seperti ikan tapah, baong, gabus, toman, sel uang dll.

Pak indra menyiapkan dua motor kelotok untuk kami dan teman-teman menyusuri parit nanas.

Motor satu bermuatan tiga orang, sedangkan satu lagi bermuatan 10 orang.
Setelah menaiki perahu motor kami berangkat menyusuri parit nanas.

Beberapa teman sudah berimajinasi untuk dijadikan kawasan wisata favorit di Kota Pontianak, karena letak parit berada dikawasan ibu Kota Provinsi Kalbar.

Tanah kawasan parit nanas adalah gambut maka warna air berwarna kecoklat-coklatan. Banyak warga yang masih menggunakan air parit nanas sebagai tempat madi.

Beny mengatakan, sangat pontesial parit nanas dijadikan kawasan parawisata air di Kota Pontianak.

"Kita bisa membuat paket-paket wisata seperti wisata perahu, mancing, menjala, mukat dll," kata Beny.
Man


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »