Tenun Ikat Dayak Peradaban Yang Masih Tersisa

01.58
Seo

Seorang Ibu Ensaid Panjang Sedang Memperagakan cara menenun

TJ- Tenun ikat adalah maha karya perempuan Dayak Kalimantan. Berbagai corak menghiasi kain-kain tenun seperti corak dedaunan, hewan, dan jubata.

Salah satu ibu dari Ensaid Panjang memperagakan cara membuat tenun ikat dayak, sebelum membuat kainntenun ditentukan dulu corak pada kain, setelah itu kain-kain disusun pada alat pemintal benang kecil, setelah terbentuk baru dipindahkan kepemintal besar.

Satu kain bisa selesai selama tiga bulan, dengan harga sekitar satu juta rupiah. "Buatnya sambil beladang, masak dan urus rumah,"kata ina disela-sela Fatival Gawai Dayak di Rumah Radank.(23/5)

Dia mengatakan pewarna yang digunakanpon pewarna alami seperti akar mengkudu, kunyit dah buah rotan.

Sebagai salah satu simbol peradaban, tenun ikat di komunitas Dayak hanya dilakukan oleh tiga sub etnis seperti mualang, iban dan desa, itupun sudah nenek.

Suasana ini sangat mengkuatirkan, kalau tidak ada kaderisasi dam anak mudanya tidak mau menenun lagi, maka tenun ikat akan punah dari peradaban. Man


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »