NEWS

SEJARAH

OPINI

Recent Posts

Presiden Akan Serahkan Hak Kelola Hutan Adat Di Pontianak

18.48 Add Comment
                    Perwakilan Masyarakat Adat

TJ- Dalam rangka menjaga kepastian hak kelola kawasan hutan adat, dan Tora se Kalimamtan di pusatkan di Taman Digulis Kota Pontianak.(5/8)


Ada sekitar 5 SK hutan adat yang diserahkan oleh presiden Joko Widodo. Sambil menunggu kedatangan Presiden RI masyarakat adat dihiburi oleh seni dan musik khas Kalimantan.

Suasana riuh ditempat kegiatan, kecerian Masyarakat adat untuk menerima SK. Karena masyarakat mempunyai kepastian hukum dalam menjaga kawasan hutan adat.


Ratusan perwakilan masyarakat adat memadati tempat kegiatan. Mereka datang dari berbagai daerah. Rencana Presiden Jokowi memberikan SK dan Sertifikat Tora pukul 10.00 wib.

Produksi di Indonesia Dijual Ke Malaysia

19.53 Add Comment
       Lampit produksi masyarakat Jagoi

Tj-masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Jagoi Babang , Seluas, Kabupaten Bengkayang mereka banyak memproduksi kerajinan tangan dari bahan baku rotan dan bambu.

Kerajinan itu berupa tikar bambu, keranjang, bubu, dan macam-macam. Hasil kerajina itu mereka jual ke pasar Malaysia. Pemerintah Malaysia membolehkan masyarakat Indonesia berdakaga di Kampung Serikin setiap Jumat, Sabtu dan Minggu.


Masyarakat perbatasan betbondong-bondong menggunakan roda dua maupun roda empat untuk menuju ke pasar Sarikin Malaysia baik untuk berbelanja ataupun berjualan.

Cukup bermodalkan selembar surat dari Emigrasi Jagoi masyarakat sudah bisa masuk wilayah Malaysian sampai kampung Serikin.

Yang mencolok dipasar Rakyat Malaysia banyak sekali pedagang Indonesia dari mulai sayur mayur hingga kerajinan. Seperti lampit, keranjang, terigai.

Mereka membuka labak sekitar pasar rakyat. Atau menyewa blok ruko yang sudah disiapkan pemerintah Malaysia.  Barang produk Indonesia sangat laku di pasar Sarikin Malaysia.

Merawat Generasi

00.53 Add Comment


                 Diskusi di Mimbar Untan

Saye di undang buda' Lembaga Pers Mahasiswa Mimbar Untan. Lembaga  tempat saye dulo  pernah di sini 50 persen waktunya abis  di sini dari pade kuliah... hingga lulus kuliah 7,5 tahun. Selain belajar nulis, juga urus kritik negare salah satu pusat pergerakan Mahasiswa Kalbar.

Banyak aktives Nasional yang katenya beken  dah jadi pejabat di pusat sering muncol di tevi-tevi dulu semingguan nongrong di markas ini, ngopi-ngopi dan idupin kompor biar Buda-buda kritis teros.



Buda-buda minta saye jadi pemateri ideologi pers mahasiswa untok pembekalan pengurus baru. Pertama saye pesan, Kita'-kita' datang kelembanga ini bukan jadi buruh tinta, bukan buruh mikropon, bukan buruh kamera. Jadi, kalau jadi "buruh" bukan tempatnya.

"Na jadi akteves pers mahasiswa tidak boleh berpisah dengan bace buku dan berdiskusi. Dan berdialektika dengan , kalian bukan di tuntutan  bekarya,".


Sambil saya memperlihatkan karya besar penulis ternama Dibawah Bendera Revolusi di Tulis Soekarno dalam suasana perang, Madilog di tulis Tan Malaka di pelarian, Max Havelar Multatuli, dan  Handbook Teori Sosial.

"Ini..nih buku di tulis oleh pendiri bangsa dalam suasana perang, ide-ide tentang ke Indonesia di tuangkan dalam buku ini,".

Mereka menulis tidak mengenal tempat kerja, tidak mengenal ruang Soekarno, Tan  Malaka, Dowesdeker tetap penulis.
Nah kalian harus begitu, kalau tidak mau dikatakaj buruh tinta. Pesan-pesan kalian hanya segitu saja.

Liat mereka bertiga di atas sudah puluhan tahun meninggal namanya harum di kenang sekarang. Begitulah ideologi pers Mahasiswa.

Yang paling pentin kalian harus kritis dengan keadaan. Jangan kuatir di bully selama fakta, data lengkap, pisau analisa tajam, publik tidak mem bully tulisan kalian.

Untuk membuat tulisan yang baik sekali lagi membaca...membaca...tidak mungkin karya kalian malas baca buku...akan gitu-gitu ja tulisan kalian bahasa Melayunya bujoor ja, tidak ada ruh..tidak rasa dalam tulisannya.

Jangan lupa ikuti perubahan peradaban yang sangat cepat terutama di teknologi informasi termasuk disektor media, biar kalian tidak jadi korban sejarah perubahan peradaban.

Kemampuan Membaca, menulis, berdialektika, kritis itulah dasar ideologi Pers Mahasiwa  (Kritis, Ilmiah,Religius, Independen ) sebagai ruh pergerakan Pers Mahasiswa.

"Kiri Selamanya"

Festival Durian Di Bumi Khatulistiwa

05.36 Add Comment

             Festival Durian Khatulistiwa, Bleh

TJ- Siapa yang tidak kenal durian. Si raja buah yang hanya tumbuh di wilayah Asia tengggara, karena buah duarian aroma cukup wangi buah enak. Maka pohon ini dikenal dengan pohon (King of fruit) raa segala buah.

Sala satu buah durian terbanyak di Indonesia terdapat di bumi Khatulistiwa terdapat di Kalimantan Barat. Ada sekitar 17 varitas durian yang tersebar diberbagai daerah.


Umunya durian-durian tersebut merupakan durian alam yang tumbuh secara alami di hutan, hutan adat dan tembawang warga. Tetapi akhir-akhir ini durian Kalimantan Barat mulai di budidayakan.(24/8)

Untuk menjaga eksitensi durian bumi Khatulistiwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengadakan Festival Durian Khatulistiwa yang dilaksanakan tanggal 24 agustus 2019 sampai tanggal  1 september 2019. Festival ini dipusatkan di halam parkir megal mall Jalan Ahmat Yani Kota Pontianak. Berbagai peserta dari berbagai daerah Kalimantan Barat membawa buah duria unggulanya untuk dipamerkan.



Pada saat pembukaan pameran masyarakat Kota Pontiana tumpah ruah diareal pameran. Karena para pengunjung disuguhkan makan durian sepuasnya dengan gratis.

Salah satu pengunjung M. Syamsuri mengatakan, festival seperti harus sering dilaksanakan untuk menjaga eksitensi keberadaan buah durian di Kalimantan Barat. Menggenalkan potensi buah durian kepada masyarakat sangat penting.

“Walau belum semua durian di Kabupaten panen, tapi ini sudah cukup memuaskan saya sebagai pengunjung. Ini menggambarkan betapa kayanya khasana buah durian di Kalimantan Barat,”.
“Jangan sampai varitas-varitas durian dari Kalbar di Kembagang oleh Negara lain. Akibat kelalaian kita,” ujar Syamsuri.

Harga Anjlok, Pohon Karet Ditebang

21.55 Add Comment
                  Sisa penebangan pohon karet

TJ-Beberapa Komuditi pertanian sedang anjlok seperti buah sawit, karer, kelapa, lada, jagung. Beberapa Komuditi seperti karet sudah beberapa tahun tidak beranjak naik.


Di beberapa tempat masyarakat kecewa dengan tidak kunjungnya karet naik. Masyarakat mulai menebang pohon-pohon karet dikebunya. Mengganti dengan tanaman yang lebih ekonomis.


"Tak bise makan, kalau kame hanya mengharap pada karet, dah bertaun-taun tak pernah naek,"ujar salah seorang petani

Harge karet saat ini tidak sebanding dengan bahan poko kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti beras hanga beras satu kilo Rp. 12.000,-. Sementara harga karet cuman Rp.5.000,-.

Maka, untuk mempertahakan kehidupannya masyarakat menebang pohon-pohon karet dengan mengantinya dengan palawija seperti yabg terjadi di Desa Sungai Enau, Desa Sahan dan beberapa Desa di Kalimantan Barat.

Lilin Aromatik Buah Tengkawang

04.16 Add Comment

                       Lilin butter buah tengkawang

TJ-Sejarah buah Tengkawang bagiadyarakat Kalbar sangat penting sekali. Selain berfungsi sebagai tanaman Konservasi Tengkawang memilikinya fungsi ekonomi, Buda dan bio energi.

Zaman dulu sebelum ada listrik butter buah tengkawang digunakan oleh masyarakat sebagai penerang rumah. Selain memanfaatkan damar buah tengkawang.
    Lilin butter tengkawang dalam bambu

Pembuatan butter buah Tengkawang zaman dulu sangat sederhana. Buah tengkawang kering di gukus lalu dipres menggunakan kayu jadi minyak. Masukkan dalam bambu dalam beberapa menit minyak tengkawang dalam bambu membeku, itu disebut butter.

Jika ingin dijadikan lili, bambu-bambu yang berisi Butter tengkawang di pasang sumbuh, setelah sumbuh terpasang
 Lilin b

Hutan Penyedia Parfum Terbaik Di Dunia

01.22 Add Comment

                          Minyak Gaharu

TJ-Hutan bukan sekedar ekosistem pohon- pohon atau habitat berbagai jenis hewan baik yang melata maupun tidak melata. Seperti burung, ular, rusa, kadal, katak, harimau dan berbagai jenis lainya.

Tetapi hutan sesungguhnya hutan menyediakan berbagai jenis tumbuhan yang menghasilkan aroma yang terbaik di dunia, seperti minyak gaharu, dan Cendana.

Harga dua tanaman ini sangat mahal, bahkan mahalnya melebihi emas dan permata lainya. Artis-artis, tokoh dunia pasti selalu menggunakan parfum dari bahan dasar kedua tumbuhan tersebut.



Sebenarnya proses penanaman kedua pohon ini tidak terlalu sulit. Pohon ini mudah sekali tumbuh jika perawatan dilakukan dengan baik bisa panen sekitar 6 tahun- 8 tahun.

Memang jika gaharu dan Cendana yang ditanam masyarakat untuk menghasilkan aroma resin yang khas perlu dilakukan perlakuan khusus seperti penyuntikan bakteri maupun yang dilakukan secara tradisional dengan menusuk besi kedalam tubuh batang tersebut agar menghasilkan resin.

Untuk menghasilkan minyak yang bisa digunakan perlu dilakukan exstrak, banyak cara untuk mengexstrak kayu gaharu atau Cendana salah satunya adalt dengan destilasi. Dengan waktu tertentu akan mengeluarkan minyaknya dari tepung-tepung kayu dalam tabung.

Harga minyak gaharu murni bervari tergantung kelasnya kisaran Rp 150.000,- sampai Rp.5.000.000, ml. Ada juga yang menjual dalam bentuk kayu terutama gaharu yang kelas A.